ilustrasi bisnis waralaba

Bisnis Waralaba: Apa saja yang perlu Dipertimbangkan sebelum bergabung?

Iss Wave – Pertumbuhan pesat bisnis waralaba memancing lebih banyak orang untuk terlibat dalam pengembangan usaha, entah itu dalam bentuk peluang usaha waralaba nasi uduk, nasi goreng maupun makanan luar negeri.

Bergabung dengan bisnis waralaba umumnya jadi pilihan yang diambil demi menghindari resiko bisnis yang terlalu besar. Dengan kata lain, orang yang memutuskan bergabung dalam skema bisnis waralaba biasanya tidak perlu susah-susah memikirkan dan menyiapkan produk, sebab ia tinggal “membeli” lisensi produk dari pemilik merek dan memasarkannya di lokasi strategis.

Masalahnya sekarang, bagaimana Anda tahu bahwa pemilik waralaba tertentu jadi pilihan tepat untuk bergabung dalam skema bisnis yang dia rancang? Nah, berikut langkah pemilihan bisnis franchise atau waralaba yang tepat

Pilih bisnis waralaba yang sesuai minat

Dalam memulai bisnis apapun, Anda harus memiliki minat yang tinggi dan tekad yang kuat untuk menjalaninya. Terkadang bisnis yang dijalankan atas dasar minat dan passion akan cenderung lebih baik daripada jika Anda membuka bisnis di area yang sama sekali tidak Anda minati.

Selama Anda memiliki minat, maka Anda dapat dengan senang hati menjalankannya. bisnis. Misalnya, jika Anda suka minum kopi dan ingin membuka usaha kafe, lebih baik daripada membuka waralaba jenis salon karena kurang diminati.

Minat kuat Anda akan mendukung kemajuan usaha baru Anda. Hanya saja minat harus dibarengi dengan usaha keras supaya bisnis warlaba yang dijalankan berhasil nantinya.

Siapkan mental

Untuk memulai bisnis franchise, Anda harus memiliki kesiapan mental yang baik. Mengapa? Karena banyak orang yang terlibat dalam bisnis waralaba jenis ini dan mereka adalah pesaing Anda.

Jika Anda tidak siap secara mental, Anda mungkin mudah menyerah karena persaingan yang ketat. Ketika Anda memulai bisnis ini, selalu ada kemungkinan Anda akan gagal.

Lebih baik selalu mempersiapkan diri untuk hal terburuk yang bisa terjadi dan tetap bekerja sekeras mungkin untuk meraih kesuksesan. Jika gagal segera bersiaplah untuk bangkit karena dari kegagalan kamu akan mempelajari hal-hal yang sangat berarti.

Pelajari skema bisnis waralaba yang ditawarkan

Ketika datang untuk memilih jenis waralaba yang Anda inginkan, Anda harus terlebih dahulu mempelajari seluk beluk bisnis tersebut. Carilah jenis franchise yang sesuai dengan minat Anda dan terutama jika Anda memilih franchise yang sudah memiliki jam terbang tinggi dan telah teruji oleh waktu.

Setidaknya dengan memilih bisnis franchise seperti itu, Anda bisa mengurangi risiko kegagalan. Dalam mempelajari jenis bisnis franchise, Anda dapat menanyakan beberapa pertanyaan berikut kepada pemilik waralaba:

  • Berapa modal yang dibutuhkan untuk usaha? Ada penerima waralaba yang berpartisipasi dalam pembahasan modal dan ada pula yang meminta penerima waralaba untuk menginvestasikan modal mereka sendiri.
  • Dimana cabangnya?
  • Fasilitas apa yang akan disediakan oleh pemilik bisnis? Misalnya bahan baku, alat kerja dan lain-lain.
  • Model bagi hasil dan biaya royalti yang harus dibayarkan kepada pemilik bisnis.

Pilih lokasi jualan yang tepat

Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah di mana bisnis franchise Anda nantinya. Anda juga harus memikirkan tempat usaha tersebut apakah anda akan menyewa atau membeli, berapa biayanya dan apakah lokasinya stategis atau tidak.

Apabila anda menyewa, usahakan mencari lokasi sesuai dengan tipe franchise anda agar bisa mendapatkan banyak pengunjung atau keuntungan. 

Pertimbangkan melakukan promosi tambahan

Meski secara tidak langsung Anda telah terbantu dengan reputasi dan nama besar bisnis franchise tersebut, tidak ada salahnya melakukan promosi tambahan untuk bisnis Anda melalui media sosial, twitter atau facebook.

Sebagai permulaan, undang teman dan beri mereka makanan atau layanan gratis untuk memperkenalkan bisnis Anda.

Hal ini memang akan menambah pengeluaran Anda, namun dengan melakukan ini, Anda bisa mengajak teman Anda untuk mempromosikan bisnis Anda kepada orang lain dari mulut ke mulut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *