Jenis Sparepart Mobil

Berdasarkan Pengalaman, Kita mesti Sering Ganti 4 Jenis Sparepart Mobil Ini

Isswave – Mobil yang sering mogok, atau sering mengalami berbagai masalah, biasanya memang disebabkan satu hal saja: pemiliknya nggak pernah care dengan mobilnya.

Tanda-tanda pemilik mobi yang nggak care ada banyak, mulai dari jarang servis rutin kendaraan, sampai lupa mengganti 4 jenis sparepart mobil yang paling penting.

Memang apa saja sih 4 sparepart paling penting itu? Kalau berdasarkan pengalaman saya, sparepart mobil sebetulnya ada tingkatannya sendiri, mulai yang paling penting sampai yang kurang penting. Nah, yang kurang penting biasanya memang bukan onderdil yang bertugas menopang fungsi kendaraan secara keseluruhan. Contohnya semisal filter udara.

Sparepart filter udara mobil biasanya memang mesti dibersihkan rutin, tapi nggak perlu sering-sering diganti. Kalau saya biasanya minta bengkel buat bersihkan bagian itu setiap servis berkala, dan filter udara baru saya ganti kalau mobil sudah mencapai 40,000 kilometer.

Beda kasusnya untuk bagian sparepart lain seperti busi, misalnya. Bagian ini justru lebih sering saya ganti. Jadi kalau biasanya penggantian busi wajib dilakukan setiap 20,000 kilometer – seperti rekomendasi pabrikan, saya justru sering mengganti busi mobil. Kenapa begitu? Soalnya saya termasuk orang yang cukup sering bawa mobil kemana-mana. Sehari-hari saya bisa habiskan 8 jam di jalan. Jadi supaya mobil nggak ngadat, busi termasuk onderdil yang seirng saya ganti, paling nggak sebulan sekali.

4 Jenis sparepart yang lebih sering saya perhatikan

Saya cuma sering membawa satu mobil kesayangan, Toyota Avanza 2018. Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, saya sering memakai mobil kesayangan itu selama 8 jam setiap hari.

Karena kebiasaan itu saya jadinya sering banget mengganti sparepart di bawah ini:

  1. Filter oli

Kalau saya memilih sering mengganti filter oli, bersamaan dengan waktu penggantian oli mesin. Karena sangat aktif di jalan, filter oli Avanza kesayangan saya lebih rentan terkena kotoran. Makanya saya lebih sering mengganti oli ketimbang sparepart lain.

Oh ya, buat produk penggantinya saya biasanya selalu pakai rekomendasi pabrikan, misalnya seperti Oil Filter Avanza yang bisa dibeli online lewat situs Toyota Official Store Solution.

  1. Filter udara

Oksigen yang masuk ke dalam ruang bakar perlu disaraing lebih dulu, agar jangan sampai kotoran yang tercampur masuk ke dalam ruang bakar. Biasanya filter udara mobil mesti diganti sekali dalam 4 tahun.

Tapi lagi-lagi dalam kasus saya, aturan itu tidak berlaku. Karena lebih sering di jalan, dan kendaraan saya sering terpapar debu dan kotoran lain, saya biasanya mengganti filter udara setiap 6 bulan sekali.

Tujuannya supaya mesin mobil saya tetap dalam keadaan prima setiap saat, dan ruang bakar mesin senantiasa bersih dari kotoran yang mengganggu.

  1. Ban mobil

Umur ban mobil memang tergolong panjang, sekitar 5-7 tahun. Tapi umur ban bisa bekurang drastis kalau kita lebih sering berkendara membawa mobil kemana-mana.

Tergantung gaya mengemudi juga sih, tapi kalau kalian lebih sering mengemudi dengan cara kasar, ban mobil biasanya akan lebih cepat aus dan menipis. Saking seringnya Avanza saya dipakai, ban mobil yang saya gunakan bisa diganti setahun sekali.

  1. Kampas rem

Saya termasuk tipe pengemudi yang agresif. Karena tipe saya begitu, jadilah saya termasuk orang yang sering sekali mengganti kampas rem.

Sebagai tambahan, kalau kalian sering mengemudikan mobil dengan cara agresif, ada baiknya sering-sering mengganti kampas rem juga. Biasanya kalau rem sudah berbunyi mendecit, saya segera bawa mobil ke bengkel untuk dicek kondisi kampas remnya

Nah itu dia 4 jenis sparepart di Avanza kesayangan yang sering banget saya ganti. Memang pengalaman saya bisa jadi beda sih dengan pengemudi lain. Tapi intinya, kalau lebih sering di jalanan, kita mesti sering-sering ganti onderdil mobil yang penting.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *